Selasa, 09 Desember 2014

Apa dan Siapa itu Musyrifah?



Apa dan Siapa itu Musyrifah? Musyrifah Oh Musyrifah

By       : Wardatul Jannah El-Pegatany (Wardah)
Kalau Anda ditanya, apa dan siapa itu musyrifah? Kira-kira apa jawaban Anda. Saya pernah mencoba menanyakan hal itu pada seorang teman.
“Oh, yang keturunan Nabi itu, kan? Yang kalau laki-laki itu sebutannya Habib?”.
Saya mulai berpikir dan berkata dalam hati “Seharusnya bukan dia yang saya tanya”. Itu juga saya tau. Syarifah kelleeessss...
Jadi teman-teman. Musyrifah itu adalah salah satu istilah yang digunakan dalam ruang lingkup asrama. Tanya saja anak-anak kampus yang pernah tinggal dan hidup di asrama, pasti mereka semua tahu apa dan siapa itu musyrifah. Sayangnya pertanyaan tadi di atas saya coba lontarkan pada orang yang belum pernah masuk asrama. Mau tau saja. Ternyata memang beda kalau kita berada di lingkungan yang berbeda.
Kembali lagi ke pengertian musyrifah itu sendiri. Musyrifah singkatnya adalah suatu gelar atau panggilan bagi kakak-kakak senior yang telah lulus dalam serangkaian tes untuk mengabdi dan membimbing mahasiswa baru yang masuk ke asrama. Sebenarnya tidak hanya asrama kampus. Untuk pembimbing asrama tahfidz juga sebagian besar menggunakan istilah musyrifah. Nah, sudah ada gambaran, kan?
Tugas musyrifah itu yaaa mengurus rumah tangga asrama, terlebih internal asrama seperti keamanan, kebersihan, keagamaan, keuangan, perlengkapan, koperasi, kebahasaan, perpustakaan, program pembelajaran, dan masih banyak lagi yang lainnya. Musyrifah dibawah bimbingan Murobbiyah. Yaaahh apa lagi itu Murobbiyah? Murobbiyah itu adalah. . . (Nanti saja diceritakan, ini kan judulnya tentang musyrifah).

Musyrif dan Musyrifah
Ada istilah Musyrifah, ada istilah Musyrif. Mungkin sebagian kita sudah bisa menebak bahwa berdasarkan kaidah bahasa Arab kalau ada ta’ marbuthoh di akhir kata, maka itu jenisnya perempuan. Jadi di sini Musyrifah itu untuk pembimbing perempuan dan Musyrif itu untuk pembimbing laki-laki. Jangan sampai tertukar. Yang jelas Musyrif itu tinggalnya di asrama putri. Eeh, putra maksudnya. hehe

Daftar jadi Musyrifah
Saya kuliah angkatan 2012. Jadi di awal masa saya menyandang status mahasiswa baru, saya tinggal di asrama. Curhat sedikit, saya berasal dari Kalimantan Tengah. Sebatangkara hidup di Banjarmasin. Saya juga sulit bergaul. Apa jadinya kalau saya hidup di kos?. Jadi satu-satunya cara bertahan hidup saat itu adalah dengan masuk asrama. Panjang ceritanya kalau saya tulis di sini cerita sedih+senangnya awal daftar asrama mungkin ini bukan lagi cerpen. Tapi sudah jadi cerita super panjang. Dan mungkin saja kalau saya bawa ke Dreamedia sudah bisa dicetak jadi buku.. Hhhee, Buku saku.
Singkat cerita, satu tahun berlalu. Jatah hidup di asrama sudah hampir berakhir. Teman-teman yang lain sudah pada pindah ke kos, tempat baru mereka. Saya bingung, Kok saya tidak ada usaha mencari tempat tinggal. Ceritanya sudah cinta dengan asrama dan ingin tetap di asrama. Sampai saat itu Murobbiyah menyarankan saya.
“Kalau mau tetap di asrama, coba saja masukan berkas untuk mendaftar calon Musyrifah”, begitu kata Bunda. (Bunda itu panggilan akrab untuk sosok Murobbiyah yang keibuan)
Haah? Musyrifah?”, gumam saya dalam hati. “Musyrifah itu kan orang yang hebat. Harus pintar ngaji, harus bisa bersikap dewasa, harus punya wibawa, harus bisa menapak gendang, harus bagus public speakingnya, dan banyak harus-harus lainnya”.
Yaah, dicoba saja dulu. Hasilnya nanti belakangan”, sambung Bunda.
Dalam hati saya, “Ya iya lah, Bunda. Mana ada hasil itu di depan. Pasti belakangan. Masa lulus dulu baru tes. Hhhee”. (Kalau Bunda membaca ini apa yang terjadi yaaa?)
Saya pun akhirnya melengkapi berkas dan masuk sebagai calon musyrifah. Bagaimana susah senang saya melengkapi berkas ini juga panjang ceritanya. Yang kalau dibukukan, akan menjadi Buku Saku 2 karya Wardatul Jannah.. Jhaha.. Buku saku lagi, buku saku lagi... 
Lanjut...
Ciee calon Musyrifah”. Begitu olok teman-teman saya yang ngekos waktu itu. Waaah, malu sebenarnya. Kok berani-beraninya saya mengajukan diri. Tapi tidak apa lah. Hitung-hitung pengalaman. Itu cara saya mengatasi sedikit ketidakpercayadirian saat itu.
Tiga hari berturut-turut menjalani tes. Tes baca al-qur’an dan hafalan, tes bahasa Arab dan Inggris, tes baca kitab gundul, tes integritas dan kepribadian. Berhasil saya jalani dengan sedikit deraian air mata... Waahh, air mata chuy... Peserta yang juga mendaftar saat itu kurang lebih sebanyak 64 orang dan yang diterima hanya 11 orang.
Saya ceritakan sedikit ketika sesi tes integritas dan kepribadian, waktu itu yang menjadi “Tukang Tes” saya menyebutnya, yaitu Ustadz Tamjidnoor. Yaaa.. Mungkin sebagian besar masyarakat kampus IAIN Antasari tahu siapa beliau. Setelah beberapa pertanyaan terkait asrama beliau bertanya, “Pernah pacaran? Atau pernah ditembak laki-laki? Pernah disukai seseorang?” Saya bingung harus jawab apa waktu itu. Saya pernah disukai dan pernah menyukai dan yang pasti yang saya sukai laki-laki (Wanita normal kan yaa suka sama lawan jenis). Tapi saya tidak pernah pacaran. Hhee..
“Kamu punya hafalan al-Qur’an berapa juz? sejuz? 5 juz? atau 10 juz?”, sambung beliau. Hayyooo loe mesti jawab apa kalau ditanya begitu. Jujur pertanyaan-pertanyaan itu yang membuat saya menangis waktu itu. Saya hanya mahasiswa yang sebelumnya lulusan SMA, sekolah umum biasa. Pengetahuan agama pun masih sangat kurang. Akhirnya, saya jawab seadanya.
“Saya belum punya hafalan, Ustadz. Saya hanya mau bermanfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan dengan cara menjadi Musyrifah saya bisa mengabdikan apa yang saya bisa untuk orang lain”, jawab saya sambil meneteskan air mata. Saat itu saya sadar betul bahwa saya jauh dari harapan. Melihat saya sudah mulai tidak bisa berkata-kata, Ustadz Tamjid akhirnya mempersilahkan saya keluar. Beakhirlah sudah... Tamat Riwayatku. Dengan hasil tes yang seperti ini mana bisa lulus...
Hehehe... Beberapa jam setelah tes, saya menelpon ke rumah kemudian saya ceritakan semuanya. Abang saya bilang harus yakin. Tidak jauh berbeda dengan Abang, Abah pun menasehati bahwa saya harus yakin.
“Yang sudah terjadi ya sudah lah. Tapi wardah pasti lulus. Tenang saja”, nasehat Abah dikala itu. “Lho, wardah yang menjalani saja tidak yakin lulus, kenapa Abah begitu yakin?”, gumam saya dalam hati. Tapi ya sudah lah, ya sudah lah, lulus syukur, tidak lulus ya tidak apa-apa. Mulai saat itu saya putuskan ikut nasehat Abah “Saya pasti lulus”.  
Singkat cerita Aneh bin Ajaib. Seminggu kemudian hasil tes pun keluar. Dan hasilnyaaaaa.... SAYA LULUS. Luar Biasa. Itulah, saya pun bingung. Kok bisa. Tapi sekali lagi ya sudah lah. Ini takdir untuk saya.. Hhheehe (Dalam hati yes yes yes)

Babak baru sebagai seorang Musyrifah
Banyak pengalaman baru. Saya dikumpulkan dengan rekan-rekan Musyrifah yang luar biasa hebat. Minder sebenarnya. Tapi saya harus yakin bahwa kalau saya tidak punya kelebihan yang menonjol, maka minimal saya harus rajin. Rajin itu pangkal. . . . Pangkal apa ya? PANDAI chuy...
Banyak dari kelakuan mahasantriwati yang tinggal di asrama kadang membuat hati ini jengkel. Ingin marah rasanya. Misalnya seperti ini. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WITA, sudah seharusnya asrama sepi karena sudah waktunya istirahat. Akan tetapi masih ada segerombolan mahasantriwati yang berada di depan kamar memutar musik dengan suara yang lumayan nyaring. Awalnya saya juga ikut menikmati lagu yang dimainkan, tapi malam semakin larut, kami di dalam kamar ingin segera tidur. Tahukah Anda musik apa yang kemudian mereka putar? Musik senam saudara-saudara. Saya marah saat itu. Saya suruh teman sekamar saat itu untuk menegur. Saya kemudian mengambil HP dan menulis status di facebook. Begini bunyinya.

Hadduuuhh kekanakan neh. Malam-malam yang diputar musik senam.. satu dua, satu dua. Asa sehat aku mendangar” (Jangan ditiru kawan-kawan)
Mungkin yang berteman dengan saya di facebook pernah melihat status ini? Tidak bertahan lama statusnya kemudian saya hapus.

Masih banyak lagi pengalaman-pengalaman yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup selama di asrama tercinta. Tantangan baru, keterampilan baru, kenalan baru, semuanya ada. Mengenal banyak karakter. Dan ini hanya bisa saya dan teman-teman yang pernah di asrama yang merasakan. Satu hal yang berubah dari saya selama jadi musyrifah, sampai saat ini yaitu saya rajin membaca buku.. Haha.. Buku tajwid. Kenapa?? Karena. . . Kira-kira apa?
Tamat.



Sabtu, 20 September 2014

surat, pengumuman, iklan, poster, dan pidato



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membina siswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif dalam menjalani kehidupan. Jadi, suatu proses pendidikan dikatakan berhasil apabila siswa memperoleh perubahan yang lebih baik dalam penambahan pengetahuan, perubahan keterampilan dan pendewasaan sikap.
Demikian pula halnya dengan proses pembelajaran bahasa dan berbahasa itu harus mampu meningkatkan kemampuan siswa yang meliputi tiga aspek utama ranah pendidikan yaitu meningkatkan pengetahuan berbahasa, meningkatkan keterampilan berbahasa dan membangun sikap yang santun dalam berbahasa.
Berbicara tentang aspek pengetahuan dan sikap berbahasa dalam pengertian teori melainkan hanya akan membahas seputar keterampilan berbahasa yang meliputi empat aspek keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Singkatnya seorang dapat dikatakan terampil berbahasa dengan baik, apabila orang itu menguasai keempat aspek tersebut.
Dari pengetahuan tentang surat, pengumuman, iklan, poster, dan pidato dapat memenuhi keempat aspek tersebut di atas yaitu terampil menyimak, terampil berbicara, terampil membaca, dan terampil menulis. Materi surat, pengumuman, iklan, poster, dan pidato akan dibahas lebih jauh pada bab II makalah ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu surat?
2.      Apa fungsi, jenis dan syarat surat yang efektif?
3.      Apa itu pengumuman?
4.      Apa saja media penyampaian pengumuman dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis pengumuman?
5.      Apa itu iklan?
6.      Apa tujuan, ciri, dan jenis-jenis iklan?
7.      Apa itu poster?
8.      Bagaimana ciri-ciri dan bahasa poster yang baik?
9.      Apa saja jenis-jenis poster?
10.  Apa itu pidato?
11.  Apa tujuan dan metode berpidato?
12.  Bagaimana langkah-langkah berpidato dan penulisan pidato?
13.  Bagaimana teknik penyajian berpidato yang baik.
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui tentang surat dan hal-hal yang berkaitan dengan surat.
2.      Untuk mengetahui tentang pengumuman dan hal-hal yang berkaituan dengan pengumuman.
3.      Untuk mengetahui tentang iklan dan hal-hal yang berkaitan dengan iklan.
4.      Untuk mengetahui tentang poster dan hal-hal yang berkaitan dengan poster.
5.      Untuk mengetahui tentang pidato dan hal-hal yang berkaitan dengan pidato.
6.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Materi Bahasa dan Sastra Indonesia MI.
D.    Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini dengan metode kepustakaan yaitu menjelajah dan mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan makalah dari perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin. Selain itu kami juga menggunakan metode jelajah internet dengan mengunjungi situs maupun blog-blog yang memuat pembahasan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Surat
1.      Pengertian Surat
Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Dan informasi tersebut dapat berupa pernyataan, pemberitahuan, perintah, permintaan atau permohonan dan laporan (Suprihadi : 2009 : 56).
Surat adalah sehelai kertas bertulis atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi -berupa pemberitahuan, permohonan, undangan, dll.- yang disampaikan seseorang kepada orang/pihak lain, baik atas nama pribadi maupun karena kedudukannya dalam suatu organisasi, instansi, atau perusahaan. (Daeng Nurjamal, dkk, 2010 : 114).
2.      Fungsi Surat
Daeng Nurjamal, dkk (2010 : 114) menuliskan fungsi surat dalam kehidupan bermasyarakat antara lain dapat dirumuskan sebagai alat komunikasi, alat bukti autentik, alat bukti historis, duta-wakil, pedoman pelaksanaan tugas, dan sebagai pengikat-pemandu berpikir.
Menurut Suprihadi (2009 : 56) ada lima fungsi surat, yaitu:
a.       Sebagai sarana komunikasi.
b.      Sebagai sarana untuk menyampaikan pemberitahuan atau permintaan atau permohonan atau buah pikiran atau gagasan.
c.       Sebagai bukti tertulis.
d.      Sebagai alat untuk mengingat.
e.       Sebagai bukti historis.
3.      Jenis-Jenis Surat
Dilihat dari bentu, isi, dan bahasa surat terdiri dari tiga jenis:
a.       Surat Pribadi
Yaitu surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi dan tidak terikat cara penulisan tertentu.
Yang termasuk surat pribadi:
1.      Surat ucapan selamat ulang tahun kepada teman.
2.      Surat meminta kiriman uang kepada orang tua.
3.      Surat ucapan selamat atas lulusnya teman, dan lain-lain.
Format dan bagian-bagian surat pribadi yaitu:
1.      Titimangsa surat (kota, tanggal, dan tahun).
2.      Tujuan/alamat surat.
3.      Salam pembuka.
4.      Pembuka surat.
5.      Isi surat.
6.      Penutup surat.
7.      Salam penutup.
8.      Tanda tangan.
9.      Nama pengirim.
b.      Surat Resmi
Yaitu informasi secara tertulis dari satu pihak kepada pihak lain yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi yang bersangkutan.
Format dan bagian-bagian surat resmi yaitu:
1.      Kepala surat.
2.      Tanggal pembuatan surat.
3.      Nomor, lampiran, dan perihal surat.
4.      Alamat tujuan surat.
5.      Salam pembuka.
6.      Isi surat.
7.      Salam penutup.
8.      Tanda tangan, nama jelas, dan jabatan.
9.      Tembusan.
c.       Surat Niaga
Surat Niaga adalah surat resmi yang isinya berupa tawaran, jual-beli yang berhubungan dengan barang/jasa yang biasanya dipakai dalam perdagangan dan perniagaan. Surat ini berguna untuk membangun kerja sama dengan pihak lain. Adapun jenis-jenis surat niaga diantaranya sebagai berikut.
1.      Surat Perkenalan
2.      Surat Permintaan Penawaran
3.      Surat Penawaran
4.      Surat Pesanan
5.      Surat pemberitahuan pengiriman barang.
6.      Surat Pengaduan
7.      Surat Jawaban Pengaduan (www.contohsurat.web.id).
4.      Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Surat
a.       Pilihlah sapaan yang sesuai dengan kedudukan dan hubungan dengan kita.
b.      Pilihlah kalimat pembuka surat yang sesuai dengan kedudukan dan hubungan kita.
c.       Tulislah dengan kata pengantar yang baik. (Suprihadi : 2009 : 57)
5.      Syarat Surat yang Efektif
Surat dapat dikatakan baik dan efektif apabila si penerima surat dapat dengan tepat memahami isi surat ynag diterimanya sesuai dengan maksud si penulis surat. Oleh karena itu, surat yang baik harus memenuhi kriteria: benar, jelas, lengkap, baik, bersih, rapi, tertib, dan sopan.
Dengan rumusan lain surat yang baik dan efektif itu harus memenuhi syarat:
a.       Bahasanya singkat-tidak bertele-tele dan jelas;
b.      Mengikuti aturan penulisan yang baik dan benar;
c.       Menggunakan pola surat yang benar;
d.      Pesan disampaikan benar, jelas, sopan, dan simpatik;
e.       Tampilan rapi-bersih terhindar dari coretan dan hapusan yang tidak perlu. (Daeng Nurjamal : 2010 : 115)

B.     Pengumuman
1.      Pengertian Pengumuman
Pengumuman adalah berita atau informasi yang penting untuk segera diketahui oleh khalayak. Pengumjuman bersifat terbuka atau boleh diketahui oleh siapapun.
2.      Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Pengumuman
a.       Bahasa, syaratnya:
1)      Harus efektif
2)      Boleh bahasa resmi dan boleh pula bahasa tidak resmi, hal ini tergantung pada siapa yang membuat pengumuman, sifat pengumuman, serta tujuan pengumuman tersebut.
b.      Tidak menggunakan kalimat atau istilah yang menimbulkan penafsiran ganda.
c.       Isi harus jelas, singkat dan padat
1)      Kapan dilaksanakan
2)      Di mana tempatnya
3)      Apa yang ingin disampaikan
4)      Siapa pembuatnya
d.      Pilihan kata dan gaya penyampaian harus menarik.
3.      Media Penyampaian Pengumuman
a.       Media cetak
Disiarkan lewat surat kabar, majalah, buletin, surat edaran, dan lain sebagainya.
b.      Media elektronik
Disiarkan lewat radio, televisi, komputer, dan lain sebagainya.
c.       Dipasang di papan-papan pengumuman (Suprihadi : 2009 : 52-54)
Contoh pengumuman
PENGUMUMAN
No. 112/KS/SD/08

Diumumkan kepada seluruh siswa kelas 3 sampai kelas 6 bahwa hari Sabtu, tanggal 26 Juli 2008 akan diadakan kerja bakti di sekolah. Siswa-siswi agar membawa peralatan untuk kerja bakti. Kerja bakti akan diadakan di lingkungan sekolah dan jalan umum depan sekolah.

Kediri, 23 Juli 2007
Kepala Sekolah SDN

C.    Iklan
1.      Pengertian Iklan
Iklan adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik.
2.      Tujuan dan Sasaran Iklan
Iklan dibuat untuk mempengaruhi khalayak agar mau membeli dan memakai sesuatu yang disiarkan. Adapun sasaran iklan yaitu masyarakat luas yang jumlahnya tak dapat ditentukan dan tinggalnya berpencar-pencar serta digunakan untuk menyampaikan gagasan, pokok, atau jasa.
3.      Syarat-Syarat Iklan
Ditinjau dari isinya, iklan harus:
a.       Objektif dan jujur
b.      Menarik
c.       Singkat dan jelas
d.      Tidak bertentangan dengan SARA.
Ditinjau dari bahasanya, iklan harus:
a.       Mudah dipahami
b.      Mudah diingat
c.       Persuasif (membujuk secara halus)
d.      Menimbulkan rasa ingin tahu masyarakat luas.
4.      Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis Iklan
Ciri-ciri iklan, yaitu:
a.       Informatif
b.      Komunikatif (maksud yang terkandung langsung bisa dipahami oleh pembaca)
c.       Bahasanya singkat dan padat
d.      Menarik.
Adapun jenis-jenis iklan yaitu:
a.       Iklan baris
Iklan baris adalah iklan singkat yang terdiri dari beberapa baris, isinya padat, namun mengandung informasi yang lengkap. Iklan baris biasanya dimuat dalam surat kabar. Dilihat dari tujuannya, iklan baris terdiri atas empat jenis, yaitu:
1)      Iklan pemawaran (jasa atau barang).
2)      Iklan pencarian.
3)      Iklan penjualan.
4)      Iklan lowongan pekerjaan.
Ciri-Ciri Iklan Baris:
1)      Letaknya terdapat dalam satu kolom.
2)      Satu kolom minimal terdiri dari 2 baris, maksimal 10 baris.
3)      Tiap baris berisi 42 sampai 45 karakter (huruf).
4)      Bahasanya ringkas/singkat, hemat, komunikatif, dan benar.
5)      Kata-kata ditulis dengan singkat.
6)      Isi lengkap (mencakup tersedianya informasi yang dibutuhkan oleh pembaca iklan). (Suprihadi : 2009 : 48-52)
Contoh iklan baris:
Telepon
Dijual sgr. Hp Sega-Cell. Kondisi bgs & grnsi. 1,8 jt nego hub.08156700800

b.      Iklan mini
Contoh iklan mini:
Jual rumah Pondok Indah, hubungi Maria Era Utama, Jl. Guru Arip 217/Tel.021-1089455.

D.    Poster
1.      Pengertian Poster
Menurut KBBI poster adalah plakat yang dipasang ditempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan tulisan dan gambar yang mencolok.
Poster biasanya dipasang ditempat umum, seperti terminal, stasiun, pasar, rumah sakit atau dipasang di pinggir jalan atau di dinding atau tembok.
2.      Tujuan Pembuatan Poster
a.    Agar sesuatu yang ada dalam poster itu dapat diketahui umum.
b.    Membuat masyarakat umum tertarik untuk membeli, memakai, atau mengikuti isi poster tersebut.
3.      Bahasa Poster
a.       Singkat                                    d. Mudah dimengerti
b.      Jelas                                         e. Menarik Perhatian Pembaca
c.       Efektif
4.      Ciri-Ciri Poster yang Baik
a.       Jujur
b.      Singkat dan jelas
c.       Menarik perhatian
d.      Tidak menyinggung seseorang/perusahaan orang lain
e.       Mudah dipahami
f.       Mudah diingat (Suprihadi : 2009 : 45 – 47).
5.      Jenis-Jenis Poster
a.       Poster Niaga
Poster niaga yaitu poster yang berfungsi untuk menawarkan barang atau jasa tertentu.
b.      Poster Kegiatan
Poster kegiatan yaitu poster yang berisi kegiatan atau kejadian penting yang akan dilaksanakan. Misalnya, poster konser musik, pameran lukisan, perlombaan, pertandingan, atau pementasan drama.
c.       Poster Layanan Masyarakat
Poster layanan masyarakat yaitu poster yang berisi pesan, informasi, dan penjelasan yang tujuannya untuk menyadarkan masyarakat tentang suatu hal yang mengangkat kepentingan bersama. Misalnya, poster lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya (fandi-kurniawan.blogspot.com).



E.     Pidato
1.      Pengertian Pidato
Pidato adalah cara mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Berpidato merupakan bentuk komunikasi satu arah. Maksudnya tanpa diikuti pemberian tanggapan secara langsung dari pendengarnya.
2.      Tujuan Pidato
a.       Tujuan pidato instruktif adalah memberitahukan hal tertentu kepada pendengar.
b.      Tujuan pidato rekreatif adalah menghibur atau menyenangkan pendengar.
c.       Tujuan pidato persuasif adalah mendorong para pendengar untuk memiliki semangat, kemauan, dan keyakinan sehingga mereka melakukan sesuatu sebagaimana dikehendaki oleh pembicara.
d.      Tujuan pidato agitasi adalah pidato yang dilakukan dengan gaya yang membangkitkan emosi khalayak pendengar. Orang yang melakukan agitasi disebut agitator. Agitasi sering diberi konotasi negative yang dianggap sebagai kegiatan menghasut (Suprihadi, 2009 : 78).
Adapun maksud dan tujuan berpidato menurut Muhammad Rohmadi dan Yuli Kusumawati (2008 : 25) antara lain sebagai berikut.
a.       Mendorong/memberi semangat pendengarnya.
b.      Meyakinkan pendengarnya.
c.       Menginginkan reaksi dari pendengarnya.
d.      Memberitahukan/menginformasikan pendengarnya.
e.       Menyenagkan dan menghibur pendengarnya.
3.      Metode Berpidato
a.       Metode impromptu (serta merta) adalah metode berpidato berdasarkan kebutuhan sesaat tanpa persiapan yang memadai.
b.      Metode naskah adalah metode berpidato yang benar-benar dipersiapkan dengan cermat. Pembicara menyusun naskah terlebih dahulu sebelum berpidato.
c.       Metode memoroter (menghafal) adalah metode berpidato dengan cara pembicara menulis naskah lebih dahulu lalu menghafalkannya.
d.      Metode ekstemporan adalah metode berpidato dengan cara menulis pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan. Metode ini dianggap paling baik dan paling banyak digunakan pembicara.
4.      Langkah-Langkah Berpidato dan Penulisan Pidato
Langkah-langkah berpidato meliputi:
a.       Pendahuluan
b.      Mengumpulkan bahan
c.       Mensortir materi
d.      Pemahaman dan penghayatan materi
e.       Latihan berpidato
f.       Pelaksanaan.
Adapun langkah-langkah penulisan pidato yaitu:
a.       Menentukan topik atau judul pidato
b.      Menentukan maksud dan tujuan pidato
c.       Menganalisis pendengar
d.      Mengumpulkan bahan pidato
e.       Membuat outline atau kerangka pidato
f.       Menguraikan secara detail isi pidato.
Sistematika teks pidato meliputi:
a.       Pembuka pidato , berisi ucapan salam kepada pendengar.
b.      Pendahuluan, berisi uraian pengantar yang akan disampaikan.
c.       Isi pidato, berisi uraian pokok permasalahan yang akan disampaikan disertai argumen untuk meyakinkan pendengar.
d.      Penutup pidato, berisi kesimpulan, saran, dan imbauan yang diakhiri salam penutup.
Contoh kerangka pidato untuk acara perpisahan sekolah:
1.      Bagian pembuka
a.      Salam pembuka.
b.     Salam penghormatan untuk Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman (sapaan).
c.      Ucapan syukur.
2.      Bagian isi
a.       Kesan-kesan selama di sekolah.
b.      Ucapan terima kasih atas bimbingan para guru dan kepala sekolah selama ini.
3.      Bagian penutup
a.       Minta doa restu dari Bapak dan Ibu guru.
b.      Salam penutup (Suprihadi, 2009 : 83).
Dalam menyampaikan materi pidato diperlukan strategi penyampaian yang baik untuk menarik simpati pendengarnya. Teknik penyampaian pidato yang baik adalah sebagai berikut.
a.       Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pendengar.
b.      Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam memahami konsep yang abstrak apabila diperlukan.
c.       Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya penyajian.
d.      Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang sulit dan lengkap.
e.       Menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan berlebih-lebihan.
f.       Program atau materi disajikan dengan urutan yang jelas.
g.      Berikan ikhtisar butir-butir yang penting, baik selama sajian maupun pada akhir sajian.
h.      Kejelasan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton.
i.        Membuat dan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman pendengar, minat pendengar, atau sikap pendengar, jika diperlukan.
j.        Menggunakan nada suara, volume suara, kecepatan bicara secara bervariasi.
k.      Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi dengan pendengar (M. Rohmadi, dkk, 2008 : 25)
5.      Ciri-Ciri Pidato
a.       Menggunakan bahasa baku.
b.      Terikat pada waktu dan tempat tertentu.
c.       Didengarkan oleh sekelompok orang.
d.      Disampaikan dalam situasi resmi.
e.       Komunikasi dilakukan satu arah.








BAB III
PENUTUP

Simpulan
Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Fungsi surat dalam kehidupan bermasyarakat antara lain dapat dirumuskan sebagai alat komunikasi, alat bukti autentik, alat bukti historis, duta-wakil, pedoman pelaksanaan tugas, dan sebagai pengikat-pemandu berpikir. Pengumuman adalah berita atau informasi yang penting untuk segera diketahui oleh khalayak. Pengumuman dapat disampaikan melalui media cetak, elektronik atau dipasang di papan-papan pengumuman.
Iklan adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik. Iklan dibuat untuk mempengaruhi khalayak agar mau membeli dan memakai sesuatu yang disiarkan. Sedangkan poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan tulisan dan gambar yang mencolok. Bahasa poster harus singkat, jelas, efektif, mudah dimengerti, dan menarik perhatian pembaca.
Pidato adalah cara mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Berpidato dapat dilakukan dengan metode serta merta, membaca naskah, menghafal, dan menulis pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan. Semua hal di atas merupakan kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa tingkat Sekolah Dasar.


DAFTAR PUSTAKA

Nurjamal, Daeng dan Warta Sumirat. 2010. Penuntun Perkuliahan Bahasa Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Suprihadi. 2009. Trik Termudah Menguasai Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Jaya.
Rohmadi, Muhammad dan Yuli Kusumawati. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.